Selasa, 07 Februari 2017

Landasan teoritis media pembelajaran.

 A. Pengertian Media Pembelajaran
      Didalam sebuah elemen pembelajaran memang ada banyak elemen yang mesti diperhatikan. Dan salah satu elemen ini adalah guru. Guru fungsinya adalah sebagai tenaga pembimbing proses pembelajaran. Tanpa guru proses tak akan berjalan maksimal dan proses butuh yang namanya media. Sehingga dalam konteks dunia pendidikan sebenarnya peran guru dan media sangatlah penting dalam menunjang kesuksesan dunia pembelajaran itu sendiri.
Mungkin memang tak banyak orang yang berpikir tentang media karena pada alam nyata sendiri semua orang hanya terfokus pada guru dan kurikulum.

      Pengertian media pembelajaran yang berawal dari bahasa Latin medius yang berarti "tengah", "perantara" atau "pengantar". Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verba.
Perluasan konsep tentang media, dimana teknologi  bukan sekedar benda, alat, bahan atau perkakas, tetapi tersimpul pula sikap, perbuatan, organisasi dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan ilmu .

     Menurut Wuyono (2011), pembelajaran yaitu membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh siswa sebagai peserta didik. Dengan kata lain pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. 

Berdasarkan  teori di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai penyalur pesan antara guru dan siswa yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya proses belajar mengajar ketingkat yang lebih efektif dan efisien agar tujuan pembelajaran tercapai.
 
B. Jenis-jenis Media
     Menurut Rudi Brets dalam buku Media Pembelajaran  membagi media berdasarkan indera yang terlibat yaitu :
a.   Media audio,  Melalui audio, siswa dapat berpartisipasi langsung dalam proses pembelajaran sehingga mampu mengoptimalkan kemampuan belajar siswa.
      hanya melibatkan indera pendengaran dan hanya mampu  memanipulasi kemampuan suara semata.
b.      Media visual, Untuk media visual diam, contohnya foto, grafik, bagan, dan lain sebaaginya. Beda halnya dengan media visual gerak yang meliputi film bisu atau video pendek tanpa suara.
     hanya melibatkan indera penglihatan. termasuk dalam jenis media ini adalah media cetak-verbal, media cetak-grafis, dan media visual non-cetak.
      c.       Media audio visual, 
              melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus 
             dalam suatu proses. Pesan visual yang terdengar dan terlihat itu dapat disajikan melalui program 
              audio visual seperti film dokumenter, film drama, dan lain-lain.
             Media audio visual terdiri dari dua bagian yakni media audio visualdiam  
             dan       media   audio visual gerak. Media audio visual diam diantaranya adalah tv diam, dan 
             halaman bersuara. Media audio visual gerak meliputi VCD dan komputer.  
 
       
C. Landasan Teoritis Penggunaan Media
    
Landasan filosofis. Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Akan tetapi, siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.

Landasan psikologis. Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan kontinuum konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat.
Pertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbul, yaitu menggunakan kata-kata (symbolic representation). Menurut Bruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa.
Kedua, Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak.
Ketiga, Edgar Dale, membuat jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbol.
Salah satu gambaran yang paling banyak digunakan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam pembelajaran adalah kerucut pengalaman Dale (Dale’s Cone of Experience).

Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran. Kerucut pengalaman Dale diatas mengklasifikasikan media berdasarkan pengalaman belajar yang akan diperoleh oleh peserta didik, mulai dari pengalaman belajar langsung, pengalaman belajar yang dapat dicapai melalui gambar, dan pengalaman belajar yang bersifat abstrak. Materi yang ingin disampaikan dan diinginkan peserta didik dapat menguasainya disebut sebagai pesan. Guru sebagai sumber pesan menuangkan pesan-pesan dalam simbol-simbol tertentu (encoding) dan peserta didik sebagai penerima menafsirkan simbol-simbol tersebut sehingga dipahami sebagai pesan (decoding).

Landasan teknologis. Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.

Landasan empiris. Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.

     gambaran yang paling banyak dijadikan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam proses belajar adalah Dale's Cone of Experience (kerucut pengalaman Dale). Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (konkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). semakin ke atas di pucuk kerucut semakin abstrak median penyampaian pesan itu.

11 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar.

    BalasHapus
  3. Prinsip dari media pembelajaran yaitu membantu mempermudah siswa dalam proses pembelajaran. Lalu bagaimana jika media yang digunakan oleh seorang guru tidak membantu siswa dalam proses pembelajaran? Apakah bisa disebut media?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya tidak. karena seperti yang kita ketahui bahwa media itu sendiri adalah alat bantu siswa dalam belajar. terimakasih

      Hapus
  4. apakah landasan yang ada dapat difungsikan secara maksimal oleh guru ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung kepada guru itu sendiri dalam menerapkannya.

      Hapus
  5. Assalamualaikum wr wb.....
    Tolong anda jelaskan dan beri contoh pada jenis-jenis media?

    BalasHapus
  6. saya ingin menambahkan , Dalam proses pengembangan media pembelajaran interaktif, tentunya
    membutuhkan software yang dapat digunakan dalam pengembangan media.
    Software Adobe Flash CS3 merupakan software yang mampu menghasilkan
    presentasi, game, film, CD interaktif, maupun CD pembelajaran, buku digital,
    serta untuk membuat situs web yang interaktif, menarik, dan dinamis. Maka
    dari itu melalui Software Adobe Flash CS3, media Buku digital dibuat untuk
    memenuhi kebutuhan para guru dan siswa agar materi lebih mudah dipahami,
    meningkatkan kreatifitas, serta dapat menimbulkan ketertarikan dalam
    mengikuti pembelajaran seni musik.

    BalasHapus
  7. assalamulaikumm, :)
    baiklah disini saya akan menambahkan sedikit materi mengenai pstingan anda pada landasan tekhnologi, dimana pada landasan ini Media pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pembelajaran memiliki enam manfaat potensial dalam memecahkan masalah pembelajaran, yaitu:
    a. Meningkatkan produktivitas pendidikan ( Can make education more productive). Dengan media dapat meningkatkan produktivitas pendidikan antara lain dengan jalan mempercepat laju belajar siswa, membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru lebih banyak membina dan mengembangkan kegairahan belajar siswa.
    b. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual (Can make education more individual).Pembelajaran menjadi lebih bersifat individual antara lain dalam variasi cara belajar siswa, pengurangan kontrol guru dalam proses pembelajaran, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan belajarnya.
    c. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran ( Can give instruction a more scientific base). Artinya perencanaan program pembelajaran lebih sistematis, pengembangan bahan pembelajaran dilandasi oleh penelitian tentang karakteristik siswa, karakteristk bahan pembelajaran, analisis instruksional dan pengembangan disaign pembelajaran dilakukan dengan serangkaian uji coba yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
    d. Lebih memantapkan pembelajaran (Make instruction more powerful).
    Pembelajaran menjadi lebih mantap dengan jalan meningkatkan kapabilitas manusia menyerap informasi dengan melalui berbagai media komunikasi, di mana informasi dan data yang diterima lebih banyak,lengkap dan akurat.
    e. Dengan media membuat proses pembelajaran menjadi lebih langsung/seketika (Can make learning more immediate). Karena media mengatasi jurang pemisah antara peserta didik dan sumber belajar, dan mengatasi keterbatasan manusia pada ruang dan waktu dalam memperoleh informasi, dapat menyajikan “kekonkritan” meskipun tidak secara langsung.
    f. Memungkinkan penyajian pembelajaran lebih merata dan meluas (Can make access to education more equal)

    terimakasih , semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  8. assalamualaikum saya ingin menambahkan klasifikasi Media Pembelajaran menurut taksonomi Leshin, dkk.,
    dalam (Arsyad, 2008: 81-101), yaitu:
    1) Media berbasis manusia
    Media berbasis manusia merupakan media yang digunakan untuk
    mengirimkan dan mengkomunikasikan pesan atau informasi. Media ini
    bermanfaat khususnya bila tujuan kita adalah mengubah sikap atau
    ingin secara langsung terlibat dengan pemantauan pembelajaran.
    2) Media berbasis cetakan
    Media pembelajaran berbasis cetakan yang paling umun dikenal adalah
    buku teks, buku penuntun, buku kerja/latihan, jurnal, majalah, dan
    lembar lepas.
    3) Media berbasis visual
    Media berbasis visual ( image atau perumpamaan) memegang peranan
    yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat
    memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula
    menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi
    materi pelajaran dengan dunia nyata.
    4) Media berbasis Audio-visual
    Media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan
    pekerjaan tambahan untuk memproduksinya. Salah satu pekerjaan
    penting yang diperlukan dalam media audio-visual adalah penulisan
    naskah dan storyboard yang memerlukan persiapan yang banyak,
    rancangan, dan penelitian. Contoh media yang berbasis audio-visual
    adalah video, film, slide bersama tape, televisi.
    5) Media berbasis komputer
    Dewasa ini komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang
    pendidikan dan latihan. Komputer berperan sebagai manajer dalam
    proses pembelajaran yang dikenal dengan nama Computer- Managed
    Instruction (CMI). Adapula peran komputer sebagai pembantu
    tambahan dalam belajar; pemanfaatannya meliputi penyajian informasi
    isi materi pelajaran, latihan, atau kedua-duanya. Modus ini dikenal
    sebagai Computer-Assisted Instruction (CAI). CAI mendukung
    pembelajaran dan pelatihan akan tetapi ia bukanlah penyampai utama
    materi pelajaran. Komputer dapat menyajikan informasi dan tahapan
    pembelajaran lainnya disampaikan bukan dengan media komputer.

    BalasHapus